Monthly Archives: August 2016

Kolera Unggas Akibat Infeksi Pasteurella multocida

Kolera Unggas Akibat Infeksi Pasteurella multocida

(Dordia A. Rotinsulu)

 

Download file pdf: iphk.fkh.ipb.ac.id-Kolera Unggas Akibat Infeksi Pasteurella multocida

Penyakit kolera pada unggas (Fowl cholera) di Indonesia pertama kali terjadi pada tahun 1972 yang ditandai dengan wabah kolera pada ayam dan bebek dengan angka mortalitas antara 23-60% (Mariana dan Hirst 2000). Wabah yang terjadi menyebar di seluruh Indonesia, antara lain seperti yang terjadi pada ayam broiler di Aceh (Zainuddin 2014), dan bebek di Brebes (Ariyanti dan Supar 2008). Kematian akibat infeksi Pasteurella multocida dilaporkan pada peternakan itik intensif mencapai 62% dari populasi 1400 ekor (Ariyanti dan Supar 2008).

Kolera unggas perlu mendapatkan perhatian yang serius karena merupakan penyakit pre-akut yang sangat infeksius dan menimbulkan kerugian ekonomi yang tinggi (Shivachandra et al. 2006, Balakrishnan dan Roy 2012). Masa inkubasi penyakit bervariasi dari beberapa jam sampai beberapa hari. Pada infeksi pertama kali angka morbiditas bisa mencapai 60-70%, sedangkan angka mortalitas mencapai 40-50% (Zainuddin 2014).

 Pasteurella multocida

Penyebab penyakit kolera pada unggas yaitu bakteri Pasteurella multocida. Pasteurella multocida adalah bakteri gram negatif tunggal atau berpasangan dengan bentuk batang pendek atau kokoid. Berdasarkan perbedaan dalam kapsular polisakarida, Carter (1955) membagi Pasteurella multocida menjadi 5 tipe yaitu A, B, D, E, dan F. Sedangkan berdasarkan perbedaan dalam LPS, Heddleston et al. (1972) serta Namioka dan Murata (1961) membagi P. multocida menjadi 16 somatik tipe (1-16). Serotipe Pasteurella merupakan gabungan dari keduanya. Pasteurella yang menyerang pada unggas seringkali diketahui merupakan P. multocida tipe A.

Pasteurella multocida dapat diisolasi dari organ visceral seperti paru-paru, hati dan limpa, sumsum tulang, gonad atau darah jantung unggas atau dari eksudat caseous kronis lesi unggas yang mengalami kolera unggas. Media isolasi yang dapat digunakan yaitu dextrose starch agar, blood agar, dan trypticase–soy agar (OIE 2015) Pada media isolasi, karakter koloninya yaitu berdiameter berkisar antara 1 sampai 3 mm setelah 18-24 jam inkubasi, bentuk koloni diskrit, melingkar, cembung, tembus, dan butyraceous. Pada pewarnaan tampak sel cocoid atau pendek berbentuk batang, berukuran 0,2-0,4 × 0,6-2,5 µm , Gram negatif, dan umumnya tunggal atau berpasangan. Pewarnaan bipolar dapat diamati dengan Pewarnaan Wright atau Giemsa. Pewarnaan dapat dilakukan pada preparat ulas jaringan, seperti darah, hati, atau limpa (OIE 2015).

 400px-Pasteurella microbewiki.kenyon.eduGambar: Bakteri Pasteurella multocida (Sumber: microbewiki.kenyon.edu)

 

Penularan

Unggas dapat terinfeksi P. multocida setelah ada kontak langsung antara ayam sehat dengan ayam sakit atau karier yang telah sembuh. Kolera juga dapat ditularkan melalui pakan, minuman, peralatan, petugas kandang, tanah maupun hewan pengerat atau burung liar. Namun yang memegang peranan penting dalam menyebarkan penyakit ini adalah burung liar migran yang berpindah tempat tanpa ada batasan negara.

 

Gejala Klinis dan Lesio Patologi Anatom

Gejala klinis dari penyakit kolera unggas terjadi dalam beberapa tipe yaitu tipe akut, sub akut dan kronis. Gejala klinis tipe akut sering terjadi beberapa jam sebelum kematian dan tidak ditemukan gejala sebelumnya. Tipe sub akut sering ditandai dengan demam, bulu rontok, terdapat discharge berlebihan dari mulut dan hidung, penurunan produksi telur, peningkatan laju respirasi, serta sianosis pada pial dan jengger dan disertai diare kehijauan. Tipe kronis terjadi pada unggas yang bertahan dari infeksi akut. Gejalanya ditandai dengan infeksi lokal, pembengkakan pada pial, depresi, kesulitan bernapas, hewan terlihat memutar leher ke satu sisi dan mengalami kepincangan (Vegad 2007; Akhtar et al. 2016).poultrydisease.irGejala klinis Kolera Unggas: kebengkakan pada pial (Sumber: www.poultrydisease.ir)

 

Manifestasi gejala klinis dan lesio postmortem akibat infeksi Pasteurella multocida pada unggas antara lain septisemia, hemoragik petechiae, kongesti, pembesaran limpa dan hati, multifokal hepatik, splenik nekrosis dan pneumonia fibrinosa. Infeksi yang kronis menunjukkan adanya lokalisasi fibrinopurulen (nanah), nekrosis pada daerah kepala atau sinus hidung dan adanya pembengkakan kepala (OIE 2015).

Kolera unggas_nekrosa hati www.poultyrdisease.irGambar: Nekrosa hati akibat kolera unggas (Sumber: www.poultrydisease.ir)

 

Pencegahan dan Pengobatan

Pengobatan penyakit kolera unggas hampir tidak terlalu efektif dilakukan. Pengobatan hanya akan menurunkan tingkat kematian namun tidak akan menghentikan ayam dari penyakit. Ayam akan tetap membawa bakteri tersebut dan apabila pengobatan dihentikan besar kemungkinan penyakit akan berulang dan berujung pada kematian. Pengobatan mungkin dilakukan dengan terlebih dahulu menguji sensitifitas bakteri dalam agen terhadap antibiotik mengingat bahwa bakteri ini telah banyak berkembang menjadi resisten terhadap antibiotik. Namun cara terbaik dalam menghentikan rantai penyakit adalah dengan melakukan depopulasi, hingga desinfeksi dan pengistirahatan kandang (Christensen 2000).

Pencegahan dapat dilakukan dengan memperhatikan sanitasi kandang dan vaksinasi yang tepat. Bakterin komersial yang terdapat di Indonesia diproduksi dari P. multocida strain referensi X-73, P-1059 dan P-1662, atau strain lainnya dari negara produsen vaksin (Mariana dan Hirst 2000). Penggunaan vaksin dari isolat referensi dan luar negeri telah digunakan, namun dalam beberapa kasus masih ditemukan outbreak kolera unggas (Jabbri dan Jula 2005).

 

DAFTAR PUSTAKA

Akhtar M, Rahman T, Ara MS, Rahman M, Nazir MNH, Ahmed S, Hossen L, Rahman B. 2016. Isolation of Pasteurella multocida from chickens, preparation of formalin killed fowl cholera vaccine, and determination of efficacy in experimental chickens. J of Advanced Vet and Anim Research. 3 (1): 45-50.

Ariyanti T, Supar. 2008. Kholera unggas dan prospek pengendaliannya dengan vaksin Pasteurella multocida isolat lokal. Wartazoa. 18(1): 18-24.

Balakrishnan G dan P Roy. 2012. Isolation, identification and Antibiogram of Pasteurella multocida isolates of avian origin. Tamilnadu J. Veterinary & Animal Sciences 8 (4): 199-202.

Christensen JP. 2013. Overview of Fowl Cholerae [internet] tersedia pada: http://www.merckvetmanual.com/mvm/poultry/fowl_cholera/overview_of_fowl_cholera.html (Diakses tanggal 16 Agustus 2016).

Jabbri AR, Jula GRM. 2005. Fowl cholera: Evaluation of a Trivalent Pasteurella multocida Vaccine Consisted of Serotypes 1, 3 and 4. Arch. Razi Ins. (59): 103-111

Mariana S, Hirst R. 2000. The immunogenicity and pathogenicity of Pasteurella multocida isolated from poultry in Indonesia. Veterinary Microbiology. 72(2000):27-36.

[OIE] Office International des Epizooties. 2015. OIE Terrestrial Manual 2015. http://www.oie.int/fileadmin/Home/eng/Health_standards/tahm/2.03.09_FOWL_CHOLERA.pdf

Shivachandra SB, A A Kumar, R Gautam, S Joseph, P Chaudhuri, M K Saxena, S K Srivastava & Nem Singh. 2006. Detection of Pasteurella multocida in experimentally infected embryonated chicken eggs by PCR assay. Indian Journal of Experimental Biology44: 321-324.

Vegad JL. 2007. A Colour Atlas of Poultry Diseases: An Aid to Farmer and Poultry Professionals. Edisi ke-2. Charbagh (IN): International Book Distributing Co.

Zainuddin. 2014. Studi kasus kolera unggas ayam broiler pada usaha ternak masyarakat di Banda Aceh secara patologi. Jurnal Medika Veterinaria. 8(1): 56-59.

Penyuluhan Penyakit Rabies

88407787121-anjing_gila Rabies atau Penyakit Anjing Gila merupakan penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus (Rhabdovirus) yang menyerang sistem saraf pusat (SSP) hewan mamalia termasuk manusia. Case fatality rate (CFR) akibat Rabies yang sangat tinggi. Di seluruh dunia, Rabies membunuh 50.000 orang dan jutaan hewan setiap tahun.

Pengendalian terhadap penyakit rabies yang paling utama yaitu pencegahan penyakit pada manusia dan pengendalian atau eradikasi penyakit pada hewan. Guna memberikan penyuluhan kepada masyarakat maka masyarakat dapat mengakses informasi mengenai Rabies yang tertaut sebagai berikut : Penyuluhan Penyakit Rabies.

(Dordia A. Rotinsulu)

 

 

Departemen IPHK, Wisata ke Cirebon

Pada hari Kamis, 2 Juni 2016 Departemen Ilmu Penyakit  Hewan dan Kesmavet mengadakan kegiatan wisata ke Cirebon. Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi keluarga besar Departemen IPHK. Wisata ini mengikutsertakan Dosen dan Pegawai sebagai bentuk kekompakan dan kekeluargaan antar warga departemen. Acara dimulai dengan berkumpul di IPB Baranang Siang pukul 04.30 WIB dan berangkat menggunakan bus. Kegiatan wisata meliputi sarapan bersama di Sate Maranggi Cibungur Purwakarta, dilanjutkan dengan wisata budaya ke Keraton Kasepuhan Cirebon, Wisata Batik Trusmi Cirebon dan kunjungan ke pusat oleh-oleh khas Cirebon serta santap siang empal gentong. Wisata di Cirebon berlangsung hingga sore hari, dan kembali santap malam di Sate Maranggi Cibungur Purwakarta. Setelah kegiatan berjalan dengan lancar, sukses dan bahagia, peserta kembali pulang ke Bogor dengan selamat.

IMG-20160602-WA0041DSCF0007DSCF0061DSCF0057

 

Publikasi Artikel Ilmiah 2016

Judul Artikel Ilmiah yang Ditulis oleh Dosen Pada Divisi

Kesehatan Masyarakat Veteriner

No Penulis Judul Artikel Jurnal Penerbit Tanggal Terbit Link Artikel Lengkap
1 Herwin Pisestiyani, RP Agus Lelana, Yeti Nevia Septiani Teat Length and Lactation Period as A Predisposition Factor of Subclinical Mastitis in Dairy Cattle in Bandung, Indonesia Journal of Life Science Oktober 2016  Artikel
2 Aditya Primawidyawan, Agustin Indrawati, Denny Widaya Lukman Deteksi Penyakit Bovine Viral Diarrhea pada Sapi Potong Impor melalui Pelabuhan Tanjung Priok Acta Veterinaria Indonesiana Januari 2016  Artikel
3 Citra Noviana, I Wayan Teguh Wibawan, Etih Sudarnika Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pemilik Breeding Kennel terhadap Pencegahan dan Pengendalian Brusellosis pada Anjing Impor Jurnal Veteriner Juni 2016  Artikel
4 Mirnawati Bachrum Sudarwanto, Denny Widaya Lukman, Hadri Latif, Herwin Pisestiyani, Eddy Sukma Winata, Omer Akineden, Ewald Usleber CTX-M producing Escherichia coli isolated from cattle feces in Bogor slaughterhouse, Indonesia Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine 2016  Artikel

Publikasi Artikel Ilmiah 2016

Judul Artikel Ilmiah yang Ditulis oleh Dosen Pada Divisi

Mikrobiologi Medik

Artikel

Artikel

No Penulis Judul Artikel Jurnal Penerbit Tanggal Terbit Link Artikel Lengkap
1 Fatan Umbara, Silmi Mariya, Uus Saepuloh, Joko Pamungkas, Irma H Suparto Antiretroviral Effect of Combination of Ethanol Extract from Leaves of Psidium guajava and Andrographis paniculata International Journal of Agriculture and Biosciences 2016  Artikel
2 Wiwik Susanti, Agustin Indrawati, Fachriyan H Pasaribu Kajian patogenisitas bakteri Edwardsiella ictaluri pada ikan patin Pangasionodon hypophthalmus Jurnal Akuakultur Indonesia 2016  Artikel
3 Retno Wulansari, Anita Esfandiari, I Wayan Teguh Wibawan, Sri Murtini Kinerja Kesehatan Sapi Neonatus yang Diberi Kolostrum dari Induk Sapi yang Divaksin Escherichia coli Acta Veterinaria Indonesiana Januari 2016  Artikel
4 Gusti N. Mahardika, Melina Jonas, Theresia Murwijati, Nur Fitria, I Nyoman Suartha, I GUsti AA Suartini, I Wayan Teguh Wibawan Molecular analysis of hemagglutinin-1 fragment of avian influenza H5N1 viruses isolated from chicken farms in Indonesia from 2008 to 2010 Veterinary Microbiology 2016 Artikel
5 Siti Gusti Ningrum, Wyanda Arnafia, Sylvia Oscarina, Retno Damajanti Soejoedono, Hendra Latif, Mohammad Ashraf, I Wayan Teguh Wibawan Phenotypic and Serotypic Characterization of Staphylococcus aureus Strains from Subclinical Mastitis Cattle Jurnal Veteriner Maret 2016  Artikel

Publikasi Artikel Ilmiah 2016

Judul Artikel Ilmiah yang Ditulis oleh Dosen Pada Divisi

Parasitologi dan Entomologi Kesehatan

No

Penulis Judul Artikel Jurnal Penerbit Tanggal Terbit Link Artikel Lengkap
1 Sugiarto, Upik Kesumawati Hadi, Susi Soviana, Lukman Hakin Confirmation of Anopheles peditaeniatus and Anopheles sundaicus as Malaria Vectors (Diptera: Culicidae) in Sungai Nyamuk Village, Sebatik Island North Kalimantan, Indonesia Using an Enzyme-Linked Immunosorbent Assay Journal of Medical Entomology 20 Juni 2016  Artikel
2 Upik Kesumawati Hadi, Susi Soviana, Ignasius Resa Christanto Pratomo Prevalence of Tick-Borne Diseases in Indonesian Dogs Journal of Veterinary Science and Technology 18 April 206  Artikel
3 Muhammad Reza Faisal, Mujizat Kawaroe, Fadjar Satrija Potensi Antelmintika Ekstrak Bakteri Simbion Spons Laut Terhadap Trichostrongylidae (Nematoda) Parasit Domba Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI) April 2016  Artikel
4 Syahdu Pramono, Fadjar Satrija, Trioso Purnawarman Trichinellosis pada Babi di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara Acta Veterinaria Indonesiana Januari 2016  Artikel

Dosen CPNS Departemen IPHK mengikuti Diklat Prajabatan Golongan III

IMG-20160713-WA0003 Peserta Diklat Prajabatan Golongan III dari IPB

Sebanyak tiga orang dosen Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (IPHK) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB yang berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Depok. Ketiga dosen CPNS Departemen IPHK tersebut adalah drh. Supriyono, MSi, drh. Dordia Anindita Rotinsulu, MSi dan drh. Ridi Arif.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa salah satu jenis pendidikan dan latihan (Diklat) yang strategis untuk mewujudkan PNS sebagai bagian Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional adalah Diklat Prajabatan. Diklat Prajabatan dilaksanakan dalam rangka pembentukan nilai-nilai dasar profesi PNS. Diharapkan melalui Diklat ini terbentuk karakter PNS yang kuat yakni mampu bersikap dan bertindak profesional dalam melayani masyarakat, serta dapat mengemban fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

IMG-20160730-WA0008 Suasana Diklat Prajabatan Golongan III

Diklat Prajabatan kini mengikuti pola yang baru yakni sistem on-off-on. Tahap on dilaksanakan di Pusdiklat, sedangkan tahap off dilaksanakan di instansi kerja masing-masing, dalam hal ini di FKH IPB. Adapun pada tahap on pertama, yakni tanggal 17 Juli sampai dengan 4 Agustus 2016, peserta Diklat menerima materi yang mencakup internalisasi nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi, atau disingkat dengan ANEKA. Selain itu, peserta juga diminta untuk membuat Rancangan Aktualisasi (RA) nilai-nilai ANEKA dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang akan diaktualisasikan pada tahap off yang berlangsung tanggal 5 sampai dengan 23 Agustus 2016. Pada tahap on kedua, peserta Diklat akan melaporkan dan mempresentasikan hasil aktualisasi nilai-nilai ANEKA yang telah dilakukan di Pusdiklat, Depok.

IMG-20160723-WA0013 Seminar Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai dasar PNS

Pada seminar Rancangan Aktualisasi di Pusdiklat Depok tanggal 3 Agustus 2016, hadir Bapak Dr. drh. Yusuf Ridwan, MSi sebagai atasan langsung sekaligus Mentor ketiga peserta Diklat Prajabatan dari Departemen IPHK FKH IPB. Bapak Dr. Yusuf Ridwan mendukung penuh kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan di FKH IPB dan memberikan masukan yang sangat berarti kepada ketiga peserta. Selain dihadiri oleh Mentor, seminar Rancangan Aktualisasi juga dihadiri oleh Coach yang merupakan Widyaiswara di Pusdiklat Kemdikbud dan penguji dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Mentor maupun coach berperan dalam membimbing peserta Diklat dalam membuat rancangan, pelaksanaan dan laporan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS.

(Dordia A Rotinsulu)

 

Download pdf: iphk.fkh.ipb.ac.id-Dosen CPNS Departemen IPHK mengikuti Diklat Prajabatan Golongan III

Visitasi Akreditasi Program S2 PS Kesehatan Masyarakat Veteriner

Dalam rangka reakreditasi Program S2 Program Studi Kesehatan Masyarakat Veteriner, telah dilaksanakan kegiatan visitasi akreditasi. Visitasi dilakukan oleh Asesor dari BAN PT yaitu Prof. Dr. drh. Bambang Soemiarto dari FKH UGM dan Dr. drh. Hario Puntodewo Siswanto dari FKH Universitas Airlangga. Visitasi dilaksanakan pada tanggal 29 – 30 Juli 2017.

Versi PDF: Visitasi Akreditasi Program S2 PS Kesehatan Masyarakat Veteriner

IMG_0833IMG_0874IMG_0928