Berita

Untuk berita, kegiatan/event yang sudah berlangsung

Sosialisasi Lomba Website Unit Kerja IPB 2017

Direktorat Integrasi Data dan Sistem Informasi (DIDSI) mengadakan acara sosialisasi lomba website unit kerja di lingkungan IPB 2017 yang diadakan pada Senin, 16 Oktober 2017 di IICC IPB. Lomba web ini dilakukan untuk terus menstimulasi website unit kerja yang ada di lingkungan IPB untuk terus menampilkan informasi unggul dan ter-update. Diadakannya lomba ini tidak bertujuan untuk mencari web unit kerja terbaik diantara web-web unit kerja di IPB, namun lebih ditujukan untuk memberi motivasi pada masing-masing web unit kerja untuk meningkatkan kualitas web unit kerjanya yang pada akhirnya meningkatkan kualitas web utama institusi yaitu web IPB. Beberapa kriteria penting untuk meningkatkan kualitas web dirujuk pada penilaian menurut Webometric. Penilaian tersebut meliputi presence, visibility, content standard, update frequent information, excellence, dan transparancy (openness). Melalui penilaian yang telah terstandar ini diharapkan web unit kerja IPB dapat menampilkan informasi terbaik di masing-masing webnya.

Pada acara sosialisasi lomba ini juga disampaikan beberapa capaian yang telah diraih dan rencana pengembangan yang dilakukan DIDSI. Program peningkatan kualitas web unit kerja telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu yang meliputi kegiatan rutin update web, back up data, peningkatan keamanan web, lomba web, dan beberapa kegiatan lain. Melalui program tersebut memberikan manfaat pada IPB sehingga menurut data webometric peringkat web IPB menempati urutan ke 4 di Indonesia setelah UI, UGM, dan ITB per Juli 2017. Beberapa waktu ke depan, DIDSI akan terus berusaha meningkatkan pelayanan bagi civitas akademik IPB. Pelayanan tersebut meliputi: 1). Peningkatan akses internet dan pemantapan infrastruktur termasuk pemasangan fiber optik di gedung-gedung baru. 2). Peningkatan kapasitas bandwidth. Kapasitas bandwidth IPB terus dinaikkan sejak tahun 2009 dan saat ini telah mencapai 2000 Mbps dan akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun ke depan. 3). Peningkatan utilisasi bandwidth. 4). Peningkatan presentase sistem aplikasi yang terintegrasi. 5). Peningkatan kelengkapan konten web unit kerja. Salah satu program yang dilakukan adalah melalui Lomba Website Unit Kerja tahun 2017.

Pihak DIDSI juga mengingatkan mengenai pentingnya setiap dosen IPB untuk memiliki akun pada google scholar. Hal ini penting karena bukti-bukti publikasi dosen IPB harus dapat terindeks oleh lembaga-lembaga resmi pengindeks artikel ilmiah yang ada di dunia. Apabila banyak ilmuwan dan dosen IPB yang publikasinya dapat terindeks maka secara langsung akan memberikan manfaat pada peningkatan kualitas web IPB. (RA)

Visitasi BAN-PT untuk Akreditasi Program Studi Doktoral Parasitologi dan Entomologi Kesehatan (Prodi S3 PEK)

Proses re-akreditasi Program Studi Doktoral Parasitologi dan Entomologi Kesehatan (Prodi S3 PEK) telah sampai pada tahap visitasi oleh asesor BAN-PT. Visitasi oleh asesor dilakukan dari tanggal 8-10 Oktober 2017 dan bertempat di FKH IPB. Asesor yang ditugaskan oleh BANT-PT dalam proses visitasi ini adalah Prof. Dr. Ir. Djalal Rosyidi, MS dari Universitas Brawijaya dan Prof. Drh. Widya Asmara, SU., Ph. D dari Universitas Gadjah Mada. Kedatangan asesor BAN-PT di kampus IPB disambut oleh para pimpinan di Gedung Rektorat dan Dekanat FKH IPB kemudian dilanjutkan dengan visitasi Prodi S3 PEK.

Kedatangan asesor di prodi PEK disambut oleh ketua Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (IPHK), Dr.drh. Yusuf Ridwan, MSi. Proses asesment Prodi S3 PEK diawali dengan mendengarkan penjelasan sekilas mengenai sejarah, visi, dan misi Prodi PEK yang disampaikan oleh ketua program studi PEK, Prof. Drh. Upik Kesumawati Hadi,  MS., Ph. D. Setelah menyimak mengenai latar belakang Prodi PEK, dilanjutkan pada proses asesmen dan diskusi dengan para asesor. Proses asesment berjalan dengan baik dan lancar. Asesor juga berkesempatan berdiskusi dengan para mitra, stakeholder, dan alumni Prodi S3 PEK. Terdapat sesuatu yang sedikit berbeda dalam proses akreditasi Prodi S3 PEK, yaitu penerapan sistem online dalam proses asesment yang dilakukan oleh asesor. Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) merupakan sistem yang telah dikembangkan oleh BAN-PT dalam proses asesment perguruan tinggi di Indonesia. Sistem ini berbasis aplikasi online sehingga sangat membantu asesor dalam kecepatan dan kemudahan proses asesment. Sebelumnya, pada bulan Juli 2017, Prodi S3 PEK telah mengupload data-data dan dokumen yang diperlukan untuk proses asesment melalui sistem SAPTO. Melalui sistem baru ini diharapkan sistem penilaian dapat berjalan lebih cepat dan dengan tetap mempertahankan kualitas asesment yang dilakukan. Semoga Prodi S3 PEK FKH IPB mendapatkan nilai akreditasi yang terbaik dan terus bersemangat dalam mencapai visi misi Prodi PEK. (RA)

Pelatihan bagi Pengurus DKM: Pengenalan Hewan Sehat dan Penyediaan Daging Kurban yang ASUH serta Sosialisasi Penyakit Zoonotik pada Hewan Potong

dkm 1 Dalam rangka Dies Natalis Institut Pertanian Bogor (IPB) ke 53 dan menyambut Hari Raya Idul Adha, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB, National Zoonoses Center Institut Pertanian Bogor (NZC-IPB) serta Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor mengadakan “Pelatihan Pengenalan Hewan Sehat dan Penyediaan Daging Kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) serta Sosialisasi Penyakit Zoonotik pada Hewan Potong bagi Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Tahun 2016”. Acara ini dilaksanakan di FKH dan Rumah Sakit Hewan IPB pada tanggal 4 September 2016 dan diikuti oleh 51 perwakilan pengurus DKM dari 17 desa binaan lingkar kampus IPB serta 19 mahasiswa dari berbagai Fakultas di IPB.

Dalam acara ini tampak hadir Wakil Ketua LPPM IPB bagian Penelitian, Prof Drh Agik Suprayogi, MSc, Dekan FKH IPB, Prof Drh Srihadi Agungpriyono, PhD, PAVet (K), Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Ir Hj Siti Farikah, MM, dan Ketua NZC, Dr. Drh. Yusuf Ridwan, MSi. Acara dibuka oleh Wakil Ketua LPPM IPB, Prof. Dr. Drh. Agik Suprayogi, MSc.

Dalam sambutannya Dekan FKH IPB menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petugas DKM di desa lingkar kampus mengenai kesehatan hewan dan daging kurban serta memberikan informasi secara tepat dan proposional kepada masyarakat mengenai penyakit zoonotik yang dapat ditularkan melalui pangan asal hewan (foodborne disease), terutama oleh daging.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Ir Hj Siti Farikah, MM menyampaikan bahwa terdapat empat jaminan saat berkurban yang meliputi jaminan bagi orang yang berkurban, jaminan bagi penerima daging kurban, jaminan bagi hewan dikurbankan, dan jaminan bagi pengelola hewan kurban. Daging kurban harus terjamin aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

Materi pelatihan mencakup Kurban dalam Perspektif Syari’at Islam oleh Dr Drh Hasim Danuri, DEA (Halal Science Center IPB), Penanganan hewan kurban oleh Drh Retno Wulansari, MS, PhD (FKH IPB), penyakit zoonotik yang ditularkan dari hewan kurban oleh Drh Chaerul Basri, MEpid (FKH IPB), pemotongan yang baik dan penangan daging hewan kurban n oleh Dr med vet Drh Hadri Latif, Msi (FKH IPB), dan menilai daging yang sehat oleh Dr Drh Wiwin Winarsih, MSi (FKH IPB).

dkm 3

Pelatihan teknik merobohkan hewan

Selain materi dalam bentuk talk show, dilaksanakan praktik pemeriksaan antemortem yang dipandu oleh Drh. Agus Wijaya, MSi dan pemeriksaan postmortem yang dipandu Dr Drh Wiwin Winarsih, MSi, APVet dan Drh Vetnizah Juantito, PhD. Peserta juga dilatih mengenai teknik perobohan hewan kurban dan penangan hewan saat disembelih dengan instruktur Drh Supratikno, MSi, PAVet.

Selain pelatihan kepada pengurus DKM, hadir pula mahasiswa perwakilan berbagai Fakultas yang pada hari raya Idul Adha akan ditugaskan untuk menilai higiene dan sanitasi tempat pemotongan hewan kurban pada 17 desa binaan LPPM IPB. Guna melaksanakan tugasnya, para mahasiswa dilatih oleh Drh Ardilasunu Wicaksono, MSi mengenai teknik pengisian kuisoner penilaian.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat menjadi kader bagi keluarga dan masyarakat untuk mengimplementasikan materi pelatihan sehingga masyarakat semakin memahami kaidah ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dalam penanganan daging dan distribusinya.

Departemen IPHK, Wisata ke Cirebon

Pada hari Kamis, 2 Juni 2016 Departemen Ilmu Penyakit  Hewan dan Kesmavet mengadakan kegiatan wisata ke Cirebon. Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi keluarga besar Departemen IPHK. Wisata ini mengikutsertakan Dosen dan Pegawai sebagai bentuk kekompakan dan kekeluargaan antar warga departemen. Acara dimulai dengan berkumpul di IPB Baranang Siang pukul 04.30 WIB dan berangkat menggunakan bus. Kegiatan wisata meliputi sarapan bersama di Sate Maranggi Cibungur Purwakarta, dilanjutkan dengan wisata budaya ke Keraton Kasepuhan Cirebon, Wisata Batik Trusmi Cirebon dan kunjungan ke pusat oleh-oleh khas Cirebon serta santap siang empal gentong. Wisata di Cirebon berlangsung hingga sore hari, dan kembali santap malam di Sate Maranggi Cibungur Purwakarta. Setelah kegiatan berjalan dengan lancar, sukses dan bahagia, peserta kembali pulang ke Bogor dengan selamat.

IMG-20160602-WA0041DSCF0007DSCF0061DSCF0057

 

Dosen CPNS Departemen IPHK mengikuti Diklat Prajabatan Golongan III

IMG-20160713-WA0003 Peserta Diklat Prajabatan Golongan III dari IPB

Sebanyak tiga orang dosen Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (IPHK) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB yang berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan III di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Depok. Ketiga dosen CPNS Departemen IPHK tersebut adalah drh. Supriyono, MSi, drh. Dordia Anindita Rotinsulu, MSi dan drh. Ridi Arif.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa salah satu jenis pendidikan dan latihan (Diklat) yang strategis untuk mewujudkan PNS sebagai bagian Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional adalah Diklat Prajabatan. Diklat Prajabatan dilaksanakan dalam rangka pembentukan nilai-nilai dasar profesi PNS. Diharapkan melalui Diklat ini terbentuk karakter PNS yang kuat yakni mampu bersikap dan bertindak profesional dalam melayani masyarakat, serta dapat mengemban fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

IMG-20160730-WA0008 Suasana Diklat Prajabatan Golongan III

Diklat Prajabatan kini mengikuti pola yang baru yakni sistem on-off-on. Tahap on dilaksanakan di Pusdiklat, sedangkan tahap off dilaksanakan di instansi kerja masing-masing, dalam hal ini di FKH IPB. Adapun pada tahap on pertama, yakni tanggal 17 Juli sampai dengan 4 Agustus 2016, peserta Diklat menerima materi yang mencakup internalisasi nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi, atau disingkat dengan ANEKA. Selain itu, peserta juga diminta untuk membuat Rancangan Aktualisasi (RA) nilai-nilai ANEKA dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang akan diaktualisasikan pada tahap off yang berlangsung tanggal 5 sampai dengan 23 Agustus 2016. Pada tahap on kedua, peserta Diklat akan melaporkan dan mempresentasikan hasil aktualisasi nilai-nilai ANEKA yang telah dilakukan di Pusdiklat, Depok.

IMG-20160723-WA0013 Seminar Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai dasar PNS

Pada seminar Rancangan Aktualisasi di Pusdiklat Depok tanggal 3 Agustus 2016, hadir Bapak Dr. drh. Yusuf Ridwan, MSi sebagai atasan langsung sekaligus Mentor ketiga peserta Diklat Prajabatan dari Departemen IPHK FKH IPB. Bapak Dr. Yusuf Ridwan mendukung penuh kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan di FKH IPB dan memberikan masukan yang sangat berarti kepada ketiga peserta. Selain dihadiri oleh Mentor, seminar Rancangan Aktualisasi juga dihadiri oleh Coach yang merupakan Widyaiswara di Pusdiklat Kemdikbud dan penguji dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Mentor maupun coach berperan dalam membimbing peserta Diklat dalam membuat rancangan, pelaksanaan dan laporan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS.

(Dordia A Rotinsulu)

Study Tour S2 Mikrobiologi Medik ke Sabah, Malaysia

sabah 1

Dalam rangka pengembangan Program Studi Magister Sains Mikrobiologi Medik (MKM), Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) telah dilaksanakan Study Tour ke Sabah, Malayia. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 sampai dengan 5 Mei 2016.

Peserta Study Tour terdiri dari lima orang dosen Departemen IPHK FKH IPB, satu orang pegawai Badan Karantina Pertanian RI, dan 15 orang mahasiswa Pascasarjana Program Studi Mikrobiologi Medik. Adapun dosen Departemen IPHK FKH IPB yang mengikuti kegiatan ini yaitu Prof. Dr. Drh. Fachriyan H. Pasaribu, Prof. Dr. Drh. Retno Damayanti, MSi, Dr. Drh. Agustin Indrawati, MBiomed, Drh. Surachmi Setyaningsih, PhD, Dr. drh. Yusuf Ridwan, MSi. Sedangkan dari Badan Karantian Pertanian RI hadir Dr. drh. Sriyanto, MSi.

Selama Study Tour, peserta mengadakan kunjungan ke Desa Dairy Farm (1 Mei 2016), Yap Dairy Farm (2 Mei 2016), Jabatan Haiwan dan Perusahaan Ternak Negeri Sabah dan Fasilitas diantaranya: Kantor Pusat, Laboratorium, Rumah Potong Hewan, Karantina Hewan, Instalasi (3 Mei 2016), dan University Malaysia of Sabah (4 Mei 2016).

sabah 2

Kegiatan Study Tour ke Sabah diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik antara program studi MKM IPB dengan University Malaysia Sabah. Pelaksanaan kegiatan ini juga dilakukan ke Jabatan Haiwan dan Peternakan Negeri Sabah sebagai unit dari Pemerintah di Negeri Sabah yang menangani tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Sabah. Kegiatan ini dapat membantu para peserta kegiatan untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan mengenai cara Negeri Sabah dalam melakukan program pemerintahnya, terutama terkait kesehatan hewan. Kegiatan ini juga memberikan manfaat yang baik untuk bisa terjalinnya Tali Silaturahim dengan Alumni Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang berada di Sabah Malaysia. Di Negeri Sabah, banyak pemangku kebiijakan tentang peternakan dan kesehatan hewan merupakan alumni dari IPB.

sabah 3

Saat melakukan kunjungan ke Kantor Jaban Haiwan dan Perusahaan Ternak Negeri Sabah, para peserta disambut oleh Direktur Jabatan Haiwan yaitu Dr. Yoe Buun Kiat dan jajarannya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kerjasama dan sharing informasi antar negara melalui kegiatan-kegiatan pendidikan yang akan berdampak pada kemajuan bangsa. Bapak Yoe Buun Kiat menyampaikan beberapa isu yang menjadi perhatian di Negeri Sabah terkait dengan kesehatan hewan dan peternakan. Di Negeri Sabah pertanian, peternakan dan kesehatan hewan menjadi prioritas yang sangat penting dalam rangka kemajuan dan pengembangan Negeri Sabah. Sumber peternakan yang sudah sangat baik di bidang perunggasan, dimana produksinya sudah mencukupi kebutuhan di Negeri Sabah dan sudah melakukan ekspor ke Serawak dan Semenanjung.

(DAR)

Pelatihan Persiapan Turun Lapang-Vaksinasi Rabies-Sukabumi 2016 (Tahap 1)

Pelatihan Persiapan Turun Lapang-Vaksinasi Rabies-Sukabumi 2016

Bogor, 22 April 2016

IMG-20160422-WA0009Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (IPHK) FKH IPB pada tahun ini mendapatkan dana penelitian (Penelitian Institusi) dari Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek dan Dikti) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM IPB). Kegiatan penelitian ini diketuai oleh Dr Drh Yusuf Ridwan, M.Si (Ketua Departemen IPHK FKH IPB).

IMG-20160422-WA0005

Penelitian Institusiini bertemakan “Pengendalian Rabies melalui Pendekatan One Health”. Salah satu kegiatan penelitian tersebut adalah vaksinasi rabies dan pemberian obat cacing. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di wilayah Sukabumi (Cisolok dan Jampang Tengah).

Dalam pelaksanaan kegiatan turun lapang (vaksinasi dan pemberian obat cacing), akan melibatkan mahasiswa 16 orang mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) FKH IPB dan TIM petugas kesehatan hewan dari Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.

Pelatihan persiapan turun lapang dilaksanakan di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) FKH IPB. Pelatihan yang diiukti oleh peserta adalah cara handling, cara pemberian vaksin rabies, pengambilan darah, swab tinja, dan ulas darah. Pelatihan ini juga melibatkan beberapa orang instruktur (Dr Drh Sri Murtini, M.Si, Drh Tris, Drh Arief Purwo Mihardi, Drh Ridi Arief, Drh Arifin Budiman Nugraha, M.Si, Drh Ardilasunu Wicaksono, M.Si dan Drh Ronald Tarigan, M.Si).

Pelatihan untuk Fasilitator: Kolaborasi dan Aplikasi One Health dalam Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis

Pelatihan untuk Fasilitator: Kolaborasi dan Aplikasi One Health dalam Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis

5-7 April 2016

Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto, Cipanas Cianjur

Indonesia One Health University Network (INDOHUN), sebagai platform jejaring universitas dengan pendakatan One Health di Indonesia mengadakan pelatihan yang ditujukan untuk calon fasilitator yang berasal dari 34 fakultas anggota INDOHUN dan salah satunya adalah Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan dan memperkuat universitas dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkapasitas dalam pengendalian dan penanggulangan penyakit menular dan zoonosis.

Fakultas Kedokteran Hewan IPB mengirimkan dua orang perwakilannya sebagai fasilitator One Health yakni Dr. Drh. Okti Nadia Poetri, MSi, MSc dan Drh. Ardilasunu Wicaksono, MSi. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari (5-7 April 2016) di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto, Cipanas Cianjur. Topik pelatihan yang dibahas antara lain kolaborasi dan dinamika kelompok antara pakar ilmu kedokteran, kedokteran hewan dan kesehatan masyarakat, manajemen perencanaan dan pelaksanaan pelatihan One Health, teknik melatih komunikasi sosial dan simulasi team teaching epidemiologi dan analisis risiko serta surveilans terintegrasi.

20160407_090246

_ATH2809

IMG-20160407-WA0007

 

 

_ATH2711

 

 

 

 

 

Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah penguatan materi One Health dan peningkatan jejaring kolaborasi di antara universitas yang membidangi ilmu kedokteran, kedokteran hewan, dan kesehatan masyarakat. Selain itu, output dari pelatihan ini adalah telah tersusunnya proposal workshop untuk pelatihan One Health yang dapat dilaksanakan di FKH IPB. Semoga melalui pendekatan One Health dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kedokteran hewan dalam hal One Health sehingga dapat membantu pelaksanaan program pengendalian dan pemberantasan penyakit menular dan zoonosis di Indonesia.

 

Kunjungan Fakultas Kedokteran Hewan-Universitas Las Palmas Gran Canaria-Spanyol

Bogor, 18 dan 19 April 2016
IMG-20160419-WA0017

Kunjungan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Las Palmas Gran Canaria-Spanyol ke FKH IPB telah dilaksanakan kemarin (Senin 18 April 2016). Kunjungan tersebut diwakili oleh Juan A. Corbera Sanchez (Dekan Universidad De Las Palmas De Gran Canaria) dan Anastasio Carlos Arguello Henrique (Director of Mobility). Adapun pada kunjungan tersebut membahas mengenai kerjasama bidang akademik serta peningkatan kualitas kurikulum (Proyek ReVet Erasmus Plus. Selain, itu kunjungan tidak hanya dilakukan ke IPB saja, kunjungan pun juga dilakukan ke beberapa Universitas lainnya diantaranya adalah Ho Chi Min University (Vietnam), Nong Lam University (Vietnam) dan Universitas Gajah Mada (Indonesia).

Pembahasan bidang kerjasama akademik di awali oleh pemaparan Juan A. Corbera Sanchez mengenai program kerjasama ini, kemudian dilanjutkan pemaparan mengenai selayang pandang FKH IPB oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Drh Agus Setiyono, MS, Ph.D, APVet). Acara ini juga dihadiri oleh Dekan FKH IPB, Wakil Dekan Sumber Daya Kerjasama dan Pengembangan, Ketua Departemen IPHK, Sekretaris Departemen, Direktur Eksekutif RSHP FKH IPB, Kasi Akademik, Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni, Komisi Pendidikan S1, dan Komisi Pendidikan PPDH.

Selnjutnya di hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi fasilitas pendidikan FKH IPB, sepereti Rumah Sakit Hewan Pendidikan FKH IPB, dan beberapa laboratorium lainnya.

Semoga kerjasama yang baik terus terjalin antara kedua Universitas.

In House Training on Medical Entomology

IMG_6294
Laboratorium Entomologi Kesehatan dan Unit Kajian Pengendalian Hama Permukiman (UKPHP) Fakultas Kedokteran Hewan IPB menyelenggarakan “In House Training on Medical Entomology” pada tanggal 11-13 April 2016. Sebanyak 22 peserta dari PT Rentokil Initial Indonesia mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengenalan bioekologi, teknik identifikasi, koleksi dan preservasi, serta pengendalian nyamuk.
Keberadaan nyamuk dilingkungan permukiman merupakan gangguan kenyamanan bagi para pemukim. Selain itu nyamuk dapat berperan sebagai pembawa penyakit yang berbahaya pada manusia. Di Indonesia penyakit-penyakit yang dapat ditularkan oleh nyamuk diantaranya malaria, chikungunya, filariasis (kaki gajah), dan Japanese encephalitis (radang otak).
Semakin tingginya tingkat ekonomi masyarakat maka tuntutan akan kenyamanan juga menjadi bagian dari kebutuhan hidup. Mereka ini umumnya mau dan mampu membayar untuk semua itu, jadi apa yang dahulu dianggap keadaan biasa sehingga tidak perlu dirisaukan sekarang menjadi masalah bagi mereka. Dalam menanggapi tuntutan itu diperlukan tenaga-tenaga professional bidang entomologi kesehatan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terutama mengatasi gangguan kenyamanan yang ditimbulkan oleh nyamuk.
Upaya pengendalian nyamuk selama ini mengandalkan penggunaan pestisida. Kenyataan dilapangan banyak operator yang menggunakan insektisida tidak mempunyai bekal ilmu pengetahuan dan teknologi pengendalian yang cukup sehingga berbagai masalah gangguan akibat nyamuk belum dapat menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi. Penggunaan pestisida akan efektif mengenai sasaran apabila digunakan tepat cara, tepat lokasi, dan tepat waktu. Ketiga ketepatan tersebut hanya dapat tercapai apabila pengetahuan tentang tata kehidupan dan perilaku nyamuk dikuasai dengan baik. Untuk itu maka identitas nyamuk yang benar mutlak perlu dipahami. Pengenalan bioekologi nyamuk akan sangat menentukan strategi yang layak ditempuh dalam upaya pengendalian nyamuk di permukiman.