Uncategorized

FREE WEBINAR, Kamis 25 Juni 2020 (Pukul 10.00-12.00 WIB)

FREE WEBINAR, Kamis 25 Juni 2020 (Pukul 10.00-12.00 WIB)

Departemen Ilmu Penyakit Hewan dan Kesmavet (IPHK), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University, mempersembahkan WEBINAR, dengan tema:
“Kurban yang Aman di Masa Pandemi COVID-19″

Narasumber:

Materi 1: “Pemotongan Hewan Kurban di Masa Pandemi”
Drh. Syamsul Ma’arif, MSi
(Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI)

Materi 2: “Penanganan Hewan dan Daging Hewan Kurban yang Sehat dan Bersih”
Dr. med vet. drh. Denny Widaya Lukman, MSi
(Dosen di Departemen IPHK, FKH IPB University serta Anggota Komisi Ahli Keswan Kesmavet Karantina Pertanian Kementerian Pertanian)

Moderator:
Dr. med vet. drh. Hadri Latif, MSi
(Dosen di Departemen IPHK, FKH IPB University serta Anggota Komisi Ahli Keswan Kesmavet Karantina Pertanian Kementerian Pertanian )

Peserta: Terbuka untuk UMUM

Registrasi: http://bit.ly/2ADWZlc
WEBINAR dapat diakses melalui link berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=GcSEiSTl0Xg

Free E-Sertifikat (100 pendaftar pertama)

Proceeding 3 Joint Meeting 2014 (Per Artikel)

DAFTAR FILE PDF:

Proc 3 joint meeting Bogor 2014 -Table of content

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-cover

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-meeting report

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O1-Lisa Dwi Fannesia

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O2-Min Rahminiwati

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O3-Ekowati Handharyani

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O4-Cut Yamin

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O5-Muhammad Yunus

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O6-Aulann’am

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O7-Soedarmanto Indarjulianto

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O8-Teguh Budipitojo

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O9-Sri Gustari

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O10-Tri Wahyu Pangastiningsih

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O11-Dyah Ayu Widiasih

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O12-Estu Widodo

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O13-Yuli Purwandari Kristaningrum

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O14-Budianto Agung

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O15-Heri Wijayanto

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O16-Agus Wijaya

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O17-Firi Susana

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O18-Esdinawan Carakantara Satrija

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O19-Sri Estuningsih

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O20-Tutik Wresdiyati

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-O21-Dewi Ratih Agungpriyono

Proc 3 joint meeting Bogor 2014-schedule Proc 3 joint meeting Bogor 2014-welcome

KERJASAMA NASIONAL

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Departemen Ilmu Penyakit Hewan FKH IPB bekerjasama degan berbagai kalangan yaitu instansi/perguruan tinggi lain, industri dan swasta yang meliputi bidang-bidang: perunggasan, sapi perah, hewan kesayangan, industri obat hewan dan lain-lain, Dinas Peternakan yang kegiatannya meliputi kegiatan perkuliahan, seminar, praktik dan magang. Di samping itu, terdapat juga kerjasama penelitian dan tugas akhir mahasiswa yang dilakukan dengan berbagai pihak dari dalam dan luar negeri.

Nasional

  • Fakutas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta-Indonesia
  • Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Pajajaran Bandung, Bandung-Indonesia
  • Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Trisakti, Jakarta-Indonesia
  • Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh-Indonesia
  • PT. SeaWorld Indonesia, Jakarta-Indonesia
  • Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia/ Indonesian Veterinary Association (PB PDHI)
  • Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
  • Rumah Sakit Hasan Sadikin/ Hasan Sadikin Hospital, Bandung
  • Rumah Sakit Pluit/ Pluit Hospital, Jakarta
  • Department of Physics, Faculty of Mathematics and Science, Bogor Agriculture University
  • DNA Animal Clinic, Bogor
  • MyVet Animal clinic, Jakarta
  • N2N Animal Clinic, Bintaro
  • Jakarta Veterinary Hospital
  • Samapta Polri K9 division, Depok
  • Horse Cavalries Detachment, Lembang
  • Taman Safari Indonesia, Bogor
  • North Bandung Dairy Cooperation, Lembang
  • South Bandung Dairy Cooperation, Pengalengan
  • Sumedang Dairy Cooperation, Sumedang
  • Garut Dairy Cooperation, Garut
  • Kuningan Dairy Cooperation, Kuningan
  • Arthayasa stable,
  • Pulo Mas Stable
  • Nusantara Polo Club
  • Berbagai Industri Perunggasan
  • Berbagai Produsen dan Importir Obat Hewan
  • Dan sebagainya

 

PENGESAHAN TESIS DAN DISERTASI

  1. Tesis dan disertasi yang telah ditandatangani oleh komisi pembimbing dan ketua program studi, diserahkan ke Divisi Administrasi Akademik SPs, untuk disahkan oleh Dekan SPs.
  2. Jumlah eksemplar tesis atau disertasi yang ditandatangani oleh Dekan, ialah sebagai berikut : (a) 5 (lima) eksemplar dengan tanda tangan asli termasuk 1 eksemplar lembar lepas (dibinder clips), dan (b) 4 (empat) eksemplar atau lebih dengan cap tanda tangan. Apabila diperlukan SPs dapat melegalisasi fotokopi lembar pengesahan tesis atau disertasi.

PENGESAHAN KOMISI PEMBIMBING

 

PENGESAHAN KOMISI PEMBIMBING

 

Sejak awal semester II semua mahasiswa pascasarjana harus sudah mempunyai komisi pembimbing. Tata cara pengesahan komisi pembimbing adalah sebagai berikut :

 

  1. Sejak awal semester I, mahasiswa meminta formulir “Permohonan Pengesahan Susunan Anggota Komisi Pembimbing ″ke Divisi Administrasi Akademik SPs″.

 

  1. Pengisian formulir dilakukan oleh mahasiswa setelah berkonsultasi dengan calon ketua komisi pembimbing dan koordinator mayor.

 

  1. Jika salah seorang calon anggota komisi direncanakan berasal dari luar IPB baik dari Bogor maupun dari luar Bogor; maka sebelum formulir ditandatangani oleh calon ketua, calon anggota komisi dan ketua program studi, mahasiswa wajib melampirkan curriculum vitae yang bersangkutan dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Sekretaris Program Magister atau Sekretaris Program Doktor.

 

  1. Untuk menjadi ketua komisi pembimbing mahasiswa S2/S3 seorang calon minimal harus sudah meluluskan dua orang mahasiswa yang dibimbingnya dengan status sebagai anggota komisi pembimbing (bukan anggota penguji luar komisi).

 

  1. Setelah ditandatangani oleh calon ketua dan calon anggota komisi sebagai tanda kesediaan membimbing, dan oleh ketua program studi sebagai tanda persetujuan, formulir diserahkan kembali ke Divisi Administrasi Akademik SPs.

 

  1. Penetapan dan pengangkatan komisi pembimbing disahkan oleh Dekan SPs dengan menerbitkan Surat Keputusan Pengangkatan Komisi Pembimbing untuk setiap mahasiswa.

Pelatihan Kesmavet

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Laboratorium Kesmavet

  1. Pelatihan juru sembelih halal
  2. Pelatihan keurrmaster
  3. Pelatihan pemeriksaan antemortem dan postmortem
  4. Pelatihan higiene dan sanitasi rumah potong hewan
  5. Pelatihan kesejahteraan hewan
  6. Pelatihan HACCP
  7. Pelatihan pemeriksaan kesehatan hewan dan daging kurban

Info lebih lanjut dapat menghubungi Dr. Drh. Denny Widaya Lukman, MSi (081513803047)

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Laboratorium Epidemiologi

  1. Pelatihan manajemen dan analisis data
  2. Pelatihan epidemiologi dasar
  3. Pelatihan ekonomi veteriner
  4. Pelatihan GIS
  5. Pelatihan analisa risiko
  6. Pelatihan monitoring dan surveilans penyakit hewan
  7. Pelatihan investigasi wabah

Info lebih lanjut dapat menghubungi Dr. Ir. Etih Sudarnika, MSi (08128322058)

Visi, Misi, Kompetensi dan Learning Outcome PS Mikrobiologi Medik

PROGRAM STUDI S2 MIKROBIOLOGI MEDIK

 

VISI PROGRAM STUDI

Menjadi program studi terkemuka dalam bidang mikrobiologi medik (virus, bakteri, cendawan, riketsia, klamidia, erlichia) dan imunologi di Indonesia tahun 2015 dan pada tingkat internasional tahun 2020 untuk keharmonisan kesehatan hewan, manusia dan lingkungan.

 

MISI PROGRAM STUDI

  1. Melaksanakan pendidikan pascasarjana di bidang mikrobiologi medik dengan keahlian dalam bidang penyakit hewan, karantina dan biosekuriti serta kesehatan satwa akuatik
  2. Melakukan penelitian dan pengembangan IPTEK bidang mikrobiologi medik (virus, bakteri, cendawan, riketsia, klamidia, erlichia) dan imunologi
  3. Memberikan pelayanan masyarakat dalam bidang mikrobiologi medik terapan

 

STATUS AKREDITASI: A (BAN PT)

 

KOMPETENSI LULUSAN

Kompetensi lulusan Program Studi Mikrobiologi Medik (MKM) mempunyai kemampuan menguasai konsep dan teori mikrobiologi medic untuk menjawab dan menyelesaikan masalah spesifik dalam bidang kesehatan hewan (teresterial dan akuatik) dan lingkungan yang terkait dengan hal-hal yang disebabkan oleh mikroba patogen. Kompetensi lulusan ini dijabarkan ke dalam tiga kemampuan yaitu :

  1. Mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi IPTEKS di bidang mikrobiologi medic terkait kesehatan hewan (teresterial dan akuatik) dan lingkungan .
  2. Mampu memecahkan permasalahan IPTEKS di bidang mikrobiologi medic terkait kesehatan hewan (teresterial dan akuatik) dan lingkungan yang disebabkan oleh mikroba pathogen melalui riset secara komprehensif
  3. Mampu mengelola riset di bidang mikrobiologi medic dan mengkomunikasikan hasilnya kemasyarakat untuk mendapatkan pengakuan nasional maupun internasional

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (LEARNING OUTCOME):

  1. Menguasai ilmu pengetahuan lanjut di bidang mikrobiologi: bakteriologi, virologi, mikologi dan imunologi
  2. Mampu menerapkan secara teori maupun praktek laboratorium mikrobiologi : bakteriologi, virologi, mikologi dan imunologi
  3. Mampu mengumpulkan, merangkum, mensintesa, mengkritisi dan mengevaluasi informasi ilmiah dari berbagai sumber
  4. Mampu mengkritisi dan mengevaluasi publikasi ilmiah di bidang mikrobiologi :bakteriologi, virologi, mikologi dan imunologi
  5. Memiliki empati terhadap perkembangan ilmu di bidang mikrobiologi :bakteriologi, virologi, mikologi dan imunologi
  6. Memiliki kepedulian terhadap masalah etika dan problematika yang berkaitan dengan mikrobiologi medis
  7. Mampu menerapkan pengetahuan di bidang mikrobiologi: bakteriologi, virologi, mikologi dan imunologi untuk memecahkan masalah kesehatan hewan dan lingkungan yang disebabkan oleh mikroba patogen
  8. Mampu berperan dan bekerjasama dalam tim penelitian ilmiah
  9. Mampu mempresentasikan dengan kemampuan komunikasi yang efektif dan professional baik lisan maupun tulisan.

 

KURIKULUM

Silahkan lihat disini.

Kurikulum Program Magister Sains (S2) Mikrobiologi Medik

Kurikulum

Program Studi : Magister Mikrobiologi Medik

Departemen : Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner

Fakultas : Fakultas Kedokteran Hewan

 

SKS SPs : 4
SKS Wajib : 27
SKS MK Pilihan : 7

Total SKS MK Pilihan : 20

 

Daftar Mata Kuliah SPs
Kode Nama Kredit Semester
PPS500 Bahasa Inggris 3(3-0) Ganjil/Genap
PPS690 Seminar 1(0-1) Ganjil/Genap
Daftar Mata Kuliah Wajib
Kode Nama Kredit Semester
IPH620 Mikrobiologi Molekuler 2(2-0) Ganjil
IPH624 Kajian Kasus dan Teknik Mikrobiologi 1(1-0) Genap
IPH625 Teknik Produksi dan Evaluasi Bahan Biologik 2(1-1) Genap
IPH626 Biosekuriti dan Biosafety 2(2-0) Ganjil
IPH520 Metodologi Penelitian 1(1-0) Genap
IPH521 Metodologi Penulisan Karya Ilmiah 1(1-0) Ganjil
IPH621 Penyakit Infeksi dan Strategi Pengendalian 3 (2-1) Ganjil
IPH629 Antibiotika dan Mekanisme Kerja 2(1-1) Ganjil/Genap
IPH52A Proposal 1 Ganjil/Genap
IPH52B Kolokium 1 Ganjil/Genap
IPH52C Pra Seminar 1 Ganjil/Genap
IPH52D Publikasi 1 Ganjil/Genap
IPH52E Tesis dan Ujian 5 Ganjil/Genap
IPH622 Imunologi Seluler dan Molekuler 2(1-1) I
IPH623 Mekanisme Infeksi 2(1-1) II
Mata Kuliah Pilihan
Kode Nama Kredit Semester
Mata Kuliah Pilihan 1 7 Ganjil/Genap
Daftar Mata Kuliah Pilihan
Kode Nama Kredit Semester
IPH524 Epizootiologi dan Analisis Resiko 2(1-1) Genap
IPH62A Rekayasa Mikroba dalam bidang Kedokteran 1(1-0) Genap
IPH627 Teknik Diagnostik Mutakhir 2(1-1) Genap
IPH528 Imunologi Hewan Akuatik 2(2-0) Ganjil/Genap
IPH525 Manajemen Kesehatan Hewan Akuatik 2(2-0) Ganjil/Genap
IPH526 Penyakit Hewan Akuatik 2(2-0) Ganjil/Genap
IPH529 Mikosis dan Mikotoksikosis 2(2-0) Ganjil/Genap
IPH527 Emerging dan re-emerging diseases 2(2-0) Ganjil/Genap
IPH628 Faktor Virulen dan Fungsi Biologis 2(2-0) Ganjil
IPH62B Keteknikan Laboratorium untuk Penelitian Biomedis 3 (2-3) Genap

 

Visi, Misi, Kompetensi dan Learning Outcome PS Magister Mikrobiologi Medik lihat disini

Zoonosis Parasitik: Upaya Pencegahan dan Pengendalian Berbasis Konsep OneHealth

Kerjasama :

– Fakultas Kedokteran Hewan IPB

– Pusat Kajian Pengendalian Zoonosis Nasional (National Zoonoses Center) IPB

Latar Belakang

Saat ini masyarakat dunia menghadapi peningkatan ancaman penyakit penyakit infeksius yang bersumber pada hewan sebagai dampak kerusakan lingkungan,pemanasan global, urbanisasi yang progresif, dan perdagangan global. Pemicu paling umum terhadap munculnya penyakit baru adalah perubahan penggunaan lahan, pertanian, demografi dan sosial. Sebesar 75% penyakit-penyakit infeksius pada manusia dalam 20 tahun terakhir ini disebabkan oleh agen patogen pada hewan yang menginfeksi manusia, sehingga dikategorikan sebagai zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Zoonosis yang disebabkan oleh agen parasitik atau yang dikenal sebagai zoonosis parasitik merupakan salah satu tipe zoonosis yang kejadiannya terus mengalami peningkatan. Contoh zoonosis parastik yang banyak terjadi di Indonesia antara lain toksoplasmosis, taeniasis, cystisirkosis, schistosomiasis, cryptosporidiosis, dan filariasis. Penyakit tipe ini biasanya bersifat subklinis dangan tingkat kematian yang relatif kecil sehingga menjadikan penyakit tipe ini sering diabaikan keberadaannya atau dikelompokkan sebagai neglected diseases.

Padahal dengan tingkat kejadian (morbiditasnya) yang tinggi baik pada hewan maupun manusia, penyakit tipe ini menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi. Kekurangpedulian peternak atau pemilik hewan pada penyakit ini di hewan menyebabkan kerugian yang ditimbulkan bertambah besar antara lain berupa penurunan berat badan, penurunan produksi telur, dan bahkan kematian. Sementara pada manusia kerugian yang dapat ditimbukan antara lain berupa kemandulan, kematian janin, kekurangan nutrisi dan juga kematian.

Konsep onehealth merupakan salah satu pendekatan yang akhir-akhir ini banyak digunakan dalam usaha pengendalian penyakit menular termasuk zoonosis. Di beberapa negara pendekatan ini telah terbukti berhasil mengendalikan kejadian kasus zoonosis. Meskipun telah banyak dilakukan sosialisasi mengenai konsep ini, masih banyak pemangku kebijakan terutama di daerah yang belum sepenuhnya memahami penerapan konsep ini dalam usaha pencegahan dan pengendalian zoonosis terutama yang parasitik.

Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia yang memiliki kompetensi utama di bidang pertanian dapat berperan penting di dalam penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat dalam rangka pencegahan, pengendalian dan pemberantasan zoonosis. Bidang ilmu utama yang berperan dalam zoonosis ini adalah kedokteran hewan, yang menjadi salah satu bidang ilmu pengetahuan yang diampu Fakultas Kedokteran Hewan.

Fakultas Kedokteran Hewan IPB merupakan FKH tertua di Indonesia dan menjadi ‘trend setter’ pendidikan kedokteran hewan di Indonesia bekerjasama dengan Pusat Kajian Pengendalian Zoonosis Nasional (Study Center for National Zoonoses Control) IPB, mengadakan seminar nasional tentang penggunaan konsep onehealth dalam upaya pencegahan dan pengendalian zoonosis parastik.

Tujuan

  • Meningkatkan pemahaman tentang situasi kasus zoonosis parasitik di Indonesia
  • Meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan konsep onehealth dalam upaya pencegahan dan pengendalian zoonosis parasitic
  • Membuat jejaring untuk berbagi pengalaman dalam upaya pengendalian zoonotik parasitik

Tema Kegiatan

Acara seminar nasional ini mengambil tema Zoonosis Parasitik : Upaya Pencegahan dan Pengendalian Berbasis Konsep Onehealth. Tema ini dikemukakan mengacu pada perkembangan situasi penyaki di Indoensia dan pendekatan terkini dalam usaha pengendaliannya.